Ketika kita melihat cara kerja seorang karyawan, kita dapat menilainya, "itu pasti karyawan perusahaan A". Atau ketika kita merasakan kinerja seorang karyawan, yang proses kerjanya sangat lambat, lantas kita bergumam, ooh tidak heran, memang budaya kerja mereka lamban. Jadi kebiasaan-kebiasaan tersebut menjadi aturan atau nilai yang melekat pada diri karyawan.
Secara sederhana budaya perusahaan sering kita konotasikan sebagai kebiasaan-kebiasaan kita di perusahaan. Misalnya, tepat pukul 08.00, semua karyawan sudah harus berada ditempatnya dan mulai bekerja.
Atau setiap hari Senin sampai hari Kamis, semua karyawan harus berpakaian rapi dan memakai dasi (kecuali, teknisi, OB,Driver dan sejenisnya). Setiap hari karyawan tidak diperkenankan bekerja lembur atau membawa pekerjaan kantor ke rumah.
Kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut akan menjadi identitas perusahaan, yang dapat menjadi nilai atau aturan-aturan yang tidak tertulis, yang secara sadar atau pun tidak, akan selalu diterapkan oleh karyawan, baik di kantor, di luar kantor (rumah) ataupun dikantor lain, jika karyawan tersebut pindah.
Budaya Perusahaan
Menurut Schein, H. (1992:12): Budaya perusahaan
sebagai suatu perangkat asumsi dasar akan membantu anggota kelompok
dalam memecahkan masalah pokok dalam menghadapi kelangsungan hidup, baik
dalam lingkungan eksternal maupun internal, sehingga akan membantu
anggota kelompok dalam mencegah ketidakpastian situasi. Pemecahan
masalah yang telah ditemukan ini kemudian dialihkan pada generasi
berikutnya sehingga akan memiliki kesinambungan.
Budaya adalah kompleks nilai,
gagasan, sikap, dan simbol lain yang bermakna yang melayani manusia
untuk berkomunikasi, membuat tafsiran dan mengevaluasi sebagai anggota
masyarakat. Budaya dan nilai-nilai diteruskan dari satu generasi
kegenerasi yang lain
Budaya melengkapi orang dengan rasa identitas dan pengertian perilaku
yang dapat diterima didalam masyarakat. Beberapa dari sikap perilaku
yang lebih penting yang dipengaruhi oleh budaya adalah sebagai berikut:
- Rasa diri dan ruang
- Komunikasi dan bahasa
- Pakaian dan penampilan
- Makanan dan kebiasaan makan
- Waktu dan kesadaran akan waktu
- Hubungan (keluarga, orgaisasi, pemerintah, dan sebagainya)
- Nilai dan norma
- Kepercayaan dan sikap
- Proses mental dan pembelajaran
- Kebiasaan kerja dan praktek
Budaya perusahaan menurut Denison
mempunyai pengaruh terhadap keefektifan suatu organisasi. Budaya
perusahaan dapat dilihat dari aspek rasa Keterlibatan (involvement),
Konsistensi (consistency), Adaptabilitas (adaptability), dan Misi
(mission).
1. Keterlibatan (involvement)
Tingkat keterlibatan dan partisipasi yang tinggi dari karyawan akan
meningkatkan rasa tanggung jawab. Rasa kepemilikan dan tanggung jawab
tersebut akan meningkatkan komitmen karyawan terhadap perusahaan
sehingga tidak memerlukan kontrol yang terbuka.
2. Konsistensi (consistency)
Konsistensi menekankan pada nilai-nilai yang dimiliki perusahaan yang
perlu dipahami oleh para anggota organisasi. Nilai-nilai tersebut
meliputi masalah komunikasi, kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan,
toleransi, penghargaan terhadap prestasi. Komunikasi merupakan sesuatu yang penting, karena komunikasi mempunyai unsur-unsur antara lain: (1) Suatu kegiatan untuk membuat seseorang mengerti,(2) Suatu sarana pengaliran informasi, (3) Suatu sistem bagi terjalinnya komunikasi diantara individu-individu
Selain itu, kerjasama harus dibiasakan, karena akan mempermudah pencapaian tujuan.
Penghargaan terhadap prestasi yang dicapai, harus dibentuk dalam format
yang baik, dan tepat, agar dapat dijadikan motivasi dalam bekerja.
3. Adaptabilitas (adaptability)
Adaptabilitas di dalam perusahaan sangat penting terhadap
perubahan lingkungan yang terjadi. Perubahan-perubahan dalam lingkungan
dapat berwujud perkembangan teknologi, perubahan kondisi ekonomi dan
politik, perubahan kualitas dan sikap karyawan, tuntutan konsumen
terhadap produksi perusahaan. Adaptabilitas tidak hanya diperlukan bagi
kelangsungan hidup perusahaan tetapi juga sebagai tantangan
pengembangan perusahaan.
4. Misi (mission)
Hal ini menekankan pada pentingnya kejelasan misi dan tujuan dari suatu
organisasi bagi para anggotanya. Beberapa ahli berpendapat bahwa
pengertian akan misi memberikan dua pengaruh utama pada fungsi
organisasi, yaitu : a) Misi memberi kegunaan dan arti yang menentukan peran sosial
dan tujuan ekstra dari suatu lembaga dan
individu dari lembaga tersebut. . b) Pengertian akan misi akan memberikan kejelasan arah pada tingkat
individu, ada rasa percaya bahwa kesuksesan organisasi membutuhkan
adanya koordinasi yang merupakan hasil dari menentukan tujuan bersama.
Kinerja Perusahan
Budaya perusahaan, yang membentuk identitas, nilai, karakter yang melekat dalam diri karyawan, secara langsung akan mempengaruhi cara kerja setiap karyawan. Cara kerja setiap karyawan tersebut pada akhirnya akan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Semakin kuat budaya sebuah perusahaan dibentuk, maka semakin baik kinerja perusahaan tersebut. Jika sebuah perusahaan tidak memiliki budaya perusahaan yang jelas, maka dengan sendirinya akan melemahkan kinerja perusahan tersebut.